Yance Sayuri: Full-Back Serba Bisa yang Bikin Sayap Kiri Timnas Tambah Tajam

Yance Sayuri: Full-Back Serba Bisa yang Bikin Sayap Kiri Timnas Tambah Tajam

Kalau lo ngikutin Timnas atau Liga 1 belakangan ini, pasti gak asing lagi sama Sayuri bersaudara. Dan di balik aksi Yakob di lini depan, ada satu sosok yang diam-diam tapi pasti makin solid: Yance Sayuri. Beda posisi, tapi sama gilanya soal kerja keras dan loyalitas ke tim.

Yance itu definisi pemain “no drama, all action.” Dia bukan yang paling sering masuk sorotan, tapi setiap kali dikasih menit, dia main total. Dan yang bikin makin menarik? Dia bisa main di dua posisi sekaligus—full-back dan winger. Fleksibel banget, bro.


Awal Karier: Dari Yapen ke PSM

Lahir bareng Yakob pada 22 Desember 1997 di Yapen, Papua, Yance dibesarkan dalam budaya bola yang kuat banget. Main bareng di lapangan kampung, ngasah skill sama saudara sendiri, dan dari kecil udah terbiasa duel fisik—makanya sekarang mental dan badannya udah siap tempur sejak peluit pertama.

Sama kayak kembarannya, Yance mulai dikenal luas setelah gabung ke PSM Makassar. Tapi bedanya, kalau Yakob langsung meledak sebagai winger, Yance pelan-pelan naik lewat kerja keras dan fleksibilitas. Awalnya jadi pelapis, tapi lama-lama malah susah dicopot.


Gaya Main: Bek Kiri Modern, Bisa Nyerang dan Bertahan

Di era bola modern, full-back bukan cuma soal bertahan. Dan Yance ngerti itu banget. Dia adalah tipe “inverted full-back” yang kadang bisa bantu build-up ke tengah, atau jadi overlap winger kalau lagi ngegas.

Kelebihan Yance:

  • Lari konsisten sepanjang laga (stamina badak)
  • Crossing kaki kiri yang presisi
  • Tackling bersih, gak asal sikat
  • Ngebaca ruang dan ngisi celah dengan cepat
  • Bisa improvisasi di tengah tekanan

Pokoknya kalau lo pengen bek kiri yang bisa jaga gawang sekaligus bantu serangan—Yance salah satu opsi lokal terbaik.


PSM Makassar: Tempat Yance “Naik Kelas”

Di PSM, Yance mulai benar-benar dilirik pas musim 2022–2023. Di saat pemain asing silih berganti dan beberapa pemain lokal belum stabil, Yance justru jadi titik tenang di sisi kiri. Kerja samanya dengan Yakob di sayap juga bikin pertahanan lawan jadi susah nebak: “Yang naik siapa? Yang jaga siapa?”

PSM jadi juara Liga 1 2022/2023, dan nama Yance makin solid. Dia bukan cuma pelengkap skuad, tapi benar-benar pilar pertahanan dan serangan dari sisi kiri.


Timnas Indonesia: Dipanggil dan Langsung Klik

Puncak validasi buat pemain Indonesia itu ya: dipanggil Timnas. Dan Yance akhirnya dapet momen itu dari pelatih Shin Tae-yong. Meskipun awalnya sempat diragukan karena lebih low-key dari Yakob, STY ternyata ngerti banget pentingnya pemain fleksibel kayak Yance.

Debutnya langsung dapat pujian. Gak grogi, gak demam panggung, malah langsung cocok dengan sistem pressing tinggi ala STY. Bahkan, dia sempat jadi starter dan main penuh di laga uji coba lawan negara-negara besar.

Sekarang, nama Yance makin sering masuk list skuad Timnas senior. Dan lo tau kan, jadi bek kiri utama di Timnas itu gak gampang—jadi kalau Yance terus konsisten, dia bisa jadi pilihan jangka panjang.


Chemistry Kembar: Kombo Sayap yang Ngeri

Lo bayangin: satu tim punya dua pemain kembar yang bisa main bareng di sisi yang sama. Yang satu winger (Yakob), yang satu full-back (Yance). Chemistry-nya? Udah dari lahir, bro.

Mereka ngerti gerakan masing-masing tanpa perlu banyak komunikasi. Kadang satu overlap, satu cut inside. Kadang tukeran posisi. Dan semua itu terjadi natural banget. Duo Sayuri = ancaman hidup buat bek kanan lawan.

Bahkan di Timnas pun, kombinasi ini udah mulai dimanfaatin sama STY. Kalau mereka main bareng di sisi kiri, pergerakan bola jadi cair dan unpredictable banget.


Mentalitas: Kalem, Gak Banyak Bacot, Fokus Ngegas

Yance bukan tipe pemain yang sering update Instagram atau nyari sensasi. Tapi di lapangan, dia totalitas. Bermain buat tim, bukan headline. Dia jarang nyari spotlight, tapi konsistensinya bikin pelatih susah nyari pengganti.

Dan dia juga dikenal punya attitude bagus—gak neko-neko, gak banyak drama kontrak, dan selalu kasih 100% di latihan maupun pertandingan. Pemain kayak gini itu mahal.


Apa yang Bisa Kita Pelajari dari Yance Sayuri?

  1. Ketekunan dan kesabaran itu akhirnya menang juga
    Yance bukan breakout star, tapi dia kerja pelan-pelan sampai di level elite.
  2. Main kalem bukan berarti lo gak killer
    Di luar lapangan adem, tapi di dalam lapangan dia fighter banget.
  3. Fleksibilitas bikin lo selalu relevan
    Bisa main di lebih dari satu posisi = jadi pemain andalan pelatih.

Masa Depan: Bek Kiri Masa Depan Garuda?

Di usia 26, Yance masih punya banyak waktu buat berkembang. Kalau dia terus jaga performa dan bebas dari cedera, dia bisa banget jadi bek kiri utama Timnas di tahun-tahun ke depan. Apalagi dengan gaya main STY yang minta bek naik-turun 90 menit, Yance udah cocok banget dari sisi stamina dan taktik.

Dan siapa tahu, someday dia bisa dapet kesempatan main di luar negeri kayak beberapa pemain muda kita lainnya. Dengan mentalitas dan etos kerja yang dia punya, itu bukan mimpi kosong.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *